Instalasi Apche,Mysql dan php
August 7, 2008
PHP dan MySQL biasanya berhubungan dengan LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP). PHP developer umumnya menggunakan platform Windows untuk membangun apliksi PHP. Sama seperti LAMP, WAMP ( Windows, Apache, MySQL, PHP ) juga membungkus Apache, MySQL, PHP dalam satu bundle. Tipikal dengan LAMP dan WAMP, ada juga XAMP dan Dongkrak. Penjelasan mengenai LAMP, WAMP, XAMP, Dongkrak akan saya tulis secara terpisah. Di artikel ini, anda akan belajar cara menginstall Apache, PHP, dan MySQL dilingkungan Windows.
Download paket-paket berikut :
- Apache : www.apache.org
- PHP : www.php.net
- MySQL : www.mysql.com
Pastikan Anda mendapatkan update terbaru dari masing-masing paket.
Sekarang kita akan memulai instalasi satu persatu.
- Install Apache
- Install PHP
- Modifikasi Konfigurasi Apache
- Install MySQL
- Modifikasi Konfigurasi PHP.ini
Install Apache
Menginstall Apache akan lebih mudah jika Anda mendownload paket dalam bentuk Microsoft Installer ( .msi). Double click icon dan ikuti installation wizard yang ada. Klik next hingga Anda melihat window Server Information. Anda bisa mengisi dengan localhost untuk Network Domain dan Server Name. Untuk email Administrator Anda bisa mengisi dengan sembarang nilai.
Dalam artikel ini saya menggunakan Windows XP dengan Apache terinstall sebagai Service sehingga setiap Windows start maka Apache juga start secara otomatis.
Klik tombol Next dan pilih Typical installation. Klik Next sekali lagi dan pilih dimana Anda ingin menginstall Apache (Default lokasinya C:\Program Files\Apache Group). Klik tombol Next dan Install untuk mulai proses instalasi.
Ketik di browser http://localhost di address bar. Jika instalasi Anda sukses, Anda akan melihat seperti ini :
Secara default, document root pada Apache adalah direktori htdocs. Document root adalah tempat Anda meletakkan semua file PHP atau HTML untuk diproses oleh Apache ( sehingga bisa dilihat oleh web browser ). Tentu saja Anda bisa meletakkan di direktori lain yang Anda inginkan. File konfigurasi Apache disimpan di C:\Program Files\Apache Group\Apache2\conf\httpd.conf (kita asumsikan Anda menginstall Apache di C:\Program Files\Apache Group ). File ini berbentuk plain text sehingga Anda bisa menggunakan Notepad atau Text Editor yang lain untuk mengedit.
Contoh, jika Anda meletakkan file PHP atau HTML di C:\www cukup edit bagian berikut di httpd.conf :
DocumentRoot “C:/Program Files/Apache Group/Apache2/htdocs”
dan rubah menjadi :
DocumentRoot “C:/www”
Jangan lupa untuk merestart Apache setiap melakukan perubahan ( Start > Programs > Apache HTTP Server 2.0.50 > Control Apache Server > Restart ) untuk mengetahui hasilnya.
Konfigurasi yang lain yang perlu dirubah adalah directory index. Ini adalah file yang akan di load oleh Apache jika Anda melakukan request pada directory. Contoh jika Anda mengetik http://www.kopionline.com/
tanpa diikuti file lain, maka index.php otomatis akan ditunjukkan.
Anggaplah Anda ingin Apache menggunakan index.html, index.php atau main.php sebagai directory index maka Anda cukup merubah nilai DirectoryIndex seperti ini :
DirectoryIndex index.html index.php main.php
Sekarang, setiap kali Anda request directory seperti http://localhost/ Apache akan mencoba menemukan file index.html , jika tidak ada, Apache akan menggunakan index.php. Dan jika Apache tidak menemukan index.php maka main.php akan digunakan, dan begitu seterusnya.
Install PHP
Pertama, extract paket PHP Anda. Saya lebih suka mengextrac dalam satu direktori yang sama dengan paket Apache yang sudah terinstall ( C:\Program Files\Apache Group\Apache2 ). Buat direktori php. Copy file php.ini-dist di direktori PHP ke direktori windows ( C:\Windows atau C:\Winnt tergantung jenis Windows ) dan rename file menjadi php.ini. Ini adalah file konfigurasi PHP yang nantinya akan kita modifikasi.
Selanjutnya, pindah file php4ts.dll dari direktori PHP ke subdirektori sapi. Anda juga bisa menempatkan php4ts.dll ketempat lain seperti :
- Direktori dimana apache.exe berada, yaitu ( C:\Program
Files\Apache Group\Apache2 \bin) - Atau pada %SYSTEMROOT%\System32, %SYSTEMROOT%\system dan %SYSTEMROOT%
directory.Note: %SYSTEMROOT%\System32 hanya pada Windows NT/2000/XP) - Atau pada semua %PATH%
Modifikasi Konfigurasi Apache
Apache belum mengenali instalasi PHP Anda. Anda harus menambahkan PHP pada konfigurasi Apache pada C:\Program Files\Apache Group\Apache2\conf\httpd.conf dan tambahkan baris-baris berikut :
LoadModule php4_module php/sapi/php4apache2.dll
AddType application/x-httpd-php .php
AddType application/x-httpd-php-source .phps
Baris pertama memberitahu Apache dimana me load dll yang dibutuhkan untuk menjalankan PHP dan baris kedua menunjukkan bahwa setiap file berekstensi .php akan diproses sebagai file PHP. Anda sebenarnya juga bisa mengubahnya ke apa saja yang Anda inginkan seperti .html atau bahkan .asp!. Baris ketiga ditambahkan agar Anda bisa melihat source code file PHP Anda di browser window(tentunya file dengan ekstensi .phps).
Sekarang restart Apache untuk melihat hasil perubahan yang Anda lakukan ( Start
> Programs > Apache HTTP Server 2.0.50 > Control Apache Server > Restart ) . Untuk mengetahui apakah konfigurasi Anda sudah benar buat file baru, beri nama test.php dan letakkan di direktori document root ( C:\Program Files\Apache Group\Apache2\htdocs ). Isi file tersebut seperti dibawah ini.
phpinfo() adalah fungsi PHP yang akan memberitahu Anda tentang segala hal mengenai PHP dan konfigurasi server yang telah Anda install. Ketik http://localhost/test.php pada browser address bar dan jika semunya benar, maka Anda akan melihat seperti ini :
Install MySQL
Pertama extract paket Anda (misalnya mysql-4.0.18-win.zip ) ke temporary directory, kemudian jalankan setup.exe. Klik tombol next hingga proses instalasi selesai. Secara default MySQL akan diisntall di C:\mysql.
Buka DOS window dan pindah ke direktori C:\mysql\bin dan ketik mysqld-nt –console , Anda akan melihat pesan sebagai berikut :
040807 10:54:09 InnoDB: Setting file .\ibdata1 size to 10 MB
InnoDB: Database physically writes the file full: wait…
040807 10:54:11 InnoDB: Log file .\ib_logfile0 did not exist: new to be
created
InnoDB: Setting log file .\ib_logfile0 size to 5 MB
InnoDB: Database physically writes the file full: wait…
040807 10:54:12 InnoDB: Log file .\ib_logfile1 did not exist: new
to be created
InnoDB: Setting log file .\ib_logfile1 size to 5 MB
InnoDB: Database physically writes the file full: wait…
InnoDB: Doublewrite buffer not found: creating new
InnoDB: Doublewrite buffer created
InnoDB: Creating foreign key constraint system tables
InnoDB: Foreign key constraint system tables created
040807 10:54:31 InnoDB: Started
mysqld-nt: ready for connections.
Version: ‘4.0.18-nt’ socket: ” port: 3306
Sekarang coba buka DOS window lain dan ketik C:\mysql\bin\mysql
jika instalasi Anda sukses, Anda akan melihat MySQL client sedang running :
Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.
mysql>
Ketik exit pada console mysql> untuk keluar dari MySQL client.
Bagaimana install MySQL sebagai Service Windows? Prosesnya sederhana, cukup ketik mysqld-nt –install dan net start mysql untuk menjalankan service. Sebelumnya shutdown MySQL server dulu menggunakan mysqladmin -u root shutdown
C:\mysql\bin>mysqladmin -u root shutdown
C:\mysql\bin>mysqld-nt –install
Service successfully installed.
C:\mysql\bin>net start mysql
The MySQL service was started successfully.
C:\mysql\bin>mysql
Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 1 to server version: 4.0.18-nt
Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.
mysql>
Modifikasi file komfigurasi PHP ( php.ini )
PHP menyimpan semua konfigurasi dalam satu file yang disebut php.ini.Anda bisa mencari file ini pada direktori tempat PHP Anda diinstall. Beberapa perubahan kdang diperlukan misalnya untuk menggunakan PHP extension.
Beberapa perubahan yang diperlukan antara lain :
- register_globals
- error_reporting and display_errors
- extension and extension_path
- session.save_path
- max_execution_time
register_globals
Sebelum PHP 4.2.0 default value untuk register_globals adalah On dan setelah 4.2.0 menjadi Off. Alasan utamanya tentu adalah source code yang aman apabila register_globals bernilai Off pada php.ini.
error_reporting and display_errors
Set value nya menjadi error_reporting = E_ALL selama pross development. Cuman saya lebih sering menggunakan E_ERROR, jadi hanya error yang krusial saja yang akan ditampilkan :p
Alasan menggunakan E_ALL selama pengambangan agar Anda bisa melihat semua Bugs(kesalahan)dalam code Anda. PHP akan mengeluarkan pesan error setiap code Anda salah dan pesan peringatan ( misalnya jika Anda mencoba menggunakan variable yang tidak diinisialisasi dulu).
Catatan, Anda bisa mengubah value nya menjadi E_NONE setelah development.
Jangan lupa untuk memberi nilai On pada bagian display_erros agar setting error_reporting = E_ALL juga berfungsi
extension dan extension_path
PHP4 punya sekitar 51 extensions seperti GD library ( untuk membuat dan memanipulasi grafik), CURL, PostgreSQL support dll. Extensions ini tidak secara otomatis berfungsi. Jika Anda membutuhkan extension tententu maka Anda juga harus menspesifikasi dimana extension tersebut dan menghilangkan tanda comment di extension yang ingin Anda gunakan pada file konfigurasi PHP.
Nilai extension_path harus diset sesuai dengan direktori dimana extension diinstal yang biasanya PHP_INSTALL_DIR/extensions, PHP_INSTALL_DIR adalah direktori instalasi PHP Anda. Contoh jika Anda menginstall PHP di C:\Program Files\Apache Group\Apache2\php maka extensions path adalah :
extension_path = C:/Program Files/Apache Group/Apache2/php/extensions/
Jangan lupa menambahakan slash agar berfungsi dengan benar
Setelah Anda menspesifikasi extension_path Anda juga harus menghilangkan tanda comment di extension yang ingin Anda gunakan pada file konfigurasi PHP pada extension yang digunakan. Comment diawalai dengan tanda semicolon (;). Contoh jika Anda ingin menggunakan GD library hiangkan tanda semicolon pada awal ;extension=php_gd2.dll menjadi extension=php_gd2.dll
session.save_path
Konfigurasi ini akan memberitahu PHP dimana menyimpan session data. Ubahlah sesuai keinginan Anda. Di Windows Anda bisa mengubah nilainya menjadi session.save_path = c:/windows/temp/
max_execution_time
Nilai default max_execution_time adalah 30 ( dalam detik ).
Jika script Anda butuh waktu lebih untuk proses maka Anda bisa merubah nilai max_execution_time lebih tinggi sesuai kebutuhan Anda
PHP memiliki fungsi untuk memodifikasi konfigurasi pada runtime,yaitu ini_set(). Setting file konfigurasi PHP menggunakan fungsi ini tidak permanent, ketika sebuah script selesai dieksekusi, maka setting ini juga hilang.
Kelebihan dan Kelemahan FTP Server
August 5, 2008
kelebihan dan kelemahan FTP server
Posted in Uncategorized on July 23, 2008 by alywordpress
Pengertian FTP
FTP merupakan singkatan dari File Transfer Protocol. FTP terdiri dari sebuah client dan sebuah server yang merupakan aplikasi yang memberikan akses /pertukaran transfer data antara dua komputer ( client dan server ). Transfer yang file/ data ini dapat teradi antara komputer yang berbentuk mainframe dan sebuah komputer di jaringan lokal. Atau transfer data dapat terjadi dari komputer kita ke server FTP melalui internet. FTP merupakan aplikasi yang sangat berguna ( powerful) karena aplikasi ini menyediakan akses kepada pengunjung atau user untuk mengakses data yang tersimpan pada server tersebut, dan dapat diakses oleh sejumlah besar komputer secara bersamaan
Proses yang terjadi pada FTP
Secara garis besar, Proses transfer data atau file pada FTP memiliki dua alur.
Alur yang pertama adalah proses transfer data dari komputer local ( komputer kita ) ke komputer server (komputer remote) yang menyediakan akses ftp, Proses ini di kenal sebagai proses UPLOAD, sedangkan proses transfer data dari komputer server ( remote ke komputer local ( komputer kita ) dinamakan prosess DOWNLOAD.
Di bawah ini adalah alur nya :
Bentuk FTP
Bentuk dasar dari ftp adalah : ftp://host.domain
2 macam FTP berdasarkan hak akses nya :
1. FTP User
FTP user artinya ftp yang dapat di akses dan memiliki permisi hanya di batasi hanya untuk user tertentu. Karena ftp user disertakan suatu autentifikasi bila kita akan mengakses ke dalam nya.
Format dari FTP user adalah :
2. FTP anonymous
FTP anonymous artinya, FTP yang disediakan secara anonymous/ tanpa nama, dengan kata lain FTP tersebut dapat di akses oleh siapapun dan biasanya tanpa password, ataupun bila di minta password,. Biasanya server meminta alamat email kita sebagai password nya untuk ferivikasi.
Contoh nya :
FTP Server
FTP Server adalah Komputer Server yang memberikan akses FTP ke Intranet ( local) maupun Internet ( global).
Macam – macam software pembangun FTP server:
FTPd
pro-FTPd
Wu-FTPd
ftpX
Troll-FTPd
dll
FTP Client
FTP client adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan transfer file dalam lingkungan internet menggunakan standar dari FTP (File Transfer Protocol). Proses transfer file dalam lingkungan internet hampir sama seperti proses transfer dalam lingkungan DOS, hanya saja terdapat beberapa kelebihan.
FTP Client terdapat ( terinstall ) pada komputer kita, dan dapat melakukan process ftp ke Server yang memberikan akses FTP ( FTP-server).
Macam – macam FTP Client :
- FTP Client Under Windows:
Cute FTP .
WS_FTP
Get Right
Go!zilla
Coffe Cup
Kazza
dll.
- FTP Client Under UNIX :
telnet
axyFTP
wget
caitoo
cftp
curl
downloader
moxftp
ncftp
dll
- FTP Client Under DOS ( MS-DOS Prompt)
Perintah – perintah Dasar FTP ( Basic FTP Commands)
Beberapa perintah ( command) yang sering dan sangat diperlukan oleh user dalam melakukan proses ftp adalah seperti di bawah ini :
- open memulai ftp dan mengkoneksikan ftp ke server dari prompt ftp ( ftp>
- nlist, dir, ls daftar dari file – file yang ada di ftp server.
- cd berpindah direktori secara hirarki pada direktori ftp-server.
- pwd memberikan informasi kepada user/ client di direktori aktif mana dia berada pada ftp -server.
- lls, lcd, lpwd perintah yang digunakan untuk memberikan informasi kepada kita di direktori aktif mana kita berada pada komputer lokal
- get perintah ini digunakan untuk mengambil file (download ) dari ft-server ke komputer local.
- put perintah ini digunakan jika kita ingin menaruh ( upload) data ke ftp-server, dari komputer kita ke komputer server.
- mput/mget perintah ini mirip dengan get dan put tetapi dipakai bila kita ingin mengambil dan menaruh beberapa data secara langsung
- prompt set prompt secara interaktif; “on” adalah bentuk prompt yang lebih aman, dalam mode ini setiap multiple perintah di verifikasi, “off” dalam mode ini setiap perintah seperti diragukan.
- ascii/binary melakukan transfer data dalam bentuk format file ascii (text) atau secara binary ( terkompile dalam bahasa mesin)
- quit mengakhiri dan memutuskan hubungan ftp dari komputer kita ke komputer server ( Connection Loss)
Cara Melakukan FTP :
- FTP melalui telnet :
Cara melalukan FTP melalui telnet tidak sulit, di bawah ini langkah – langkah melakukan ftp melalui telnet :
Ø telnet dahulu ke mesin unix
Ø ketikkan perintah ftp,
Ø masukkan nama user anonymous ( bila ingin akses anonymous ) dan nama user kita sendiri ( login ) bila ingin mengakses ftp user.
Ø Masukkan password.
Ø
|
Klik Start-> Run…à kemudian pada kolom tersebut isikan telnet host.domain.à klick OK |
Setelah terkoneksi, kita dapat melakukan perintah- perintah standar di prompt ftp kita.
Di bawah ini contoh melakukan ftp anonymous melalui telnet :
|
teenager riki (~): ftp ftp.unila.ac.id Connected to chosen.unila.ac.id. 220 chosen Microsoft FTP Service (Version 4.0). Name (ftp.unila.ac.id:riki): anonymous 331 Anonymous access allowed, send identity (e-mail name) as password. Password: 230 Anonymous user logged in. Remote system type is Windows_NT. ftp> hash Hash mark printing on (1024 bytes/hash mark). ftp> bin 200 Type set to I. ftp> dir 227 Entering Passive Mode (192,168,1,212,13,233). 125 Data connection already open; Transfer starting. dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 13:00 programming dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Aug 1 6:31 proxy_utility dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 11:43 scanner_utility dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 11:29 staroffice dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 12:50 unix dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 9 14:46 viral dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 14:16 windows_9x # 226 Transfer complete. ftp> |
- FTP melalui DOS
pada dasarnya FTP melalui DOS adalah sama dengan FTP melalui telnet, hanya saja transfer data yang terjadi adalah dari Komputer local ( berbasis windows ) ke komputer Server.
Langkah – langkah nya adalah :
Ø buka MS-DOS prompt anda.
Ø Pindah ke direktori di mana tempat anda menyimpan file ( yang akan di download atau di upload).
Ø Memulai langkah ftp seperti pada FTP telnet.
Di bawah ini contoh melakukan ftp melalui DOS.
- FTP melalui FTP Client Under Windows menggunakan WS-FTP
Aplikasi FTP untuk windows sering dipakai software bernama WS-FTP, yang pengunaannya lebih mudah dan lebih interaktif bagi pemakainya.
Menjalankan WS-FTP ( yang asumsinya sudah terinstall di windows anda) cukup di mulai dengan meng-klik dua kali icon nya pada desktop windows 9.x anda. Proses pertama di mulai dengan prosedur logon ( memasukkan nama dan password Anda).Setelah berhasil melakukan prosedur logon, kita dapat melihat list direktori dan file yang terdapat di lokal maupun dari remote server. Pindah direktori dapat sangat mudah pada penggunaan WS-FTP, baik pindah direktori di lokal, maupun di remote karena semua fasilitas sudah tinggal meng-klik tombol ( button) saja. Begitu juga dalam hal transfer data, sangat mudah sekali, tinggal dipilih data mana yang akan kita download/upload, selebih nya tinggal memilih alur tanda panah nya saja.
berikut ini step by step penggunaan FTP Client menggunakan WS-FTP:
a.
|
Klik 2x Icon WS-FTP pada desktop Anda. |
klik icon yang ada pada desktop,
|
Tips!! Atau cari di menu : Startàprogramsàwsftp32 |
b.
|
Host ftp server |
|
Isikan Password |
|
username |
ada session login isikan user, password dan host tujuan
Jika menginginkan koneksi anonymous, cukup check saja bagian anonymous nya, dan isikan kolom password dengan alamat email anda.Klik Tombol OK jika sudah selesai.
Tunggu beberapa saat, bila Anda berhasil login ke ftp-server, maka akan keluar tampilan seperti gambar di bawah ini :
|
Daftar Direktori pada Server FTP ( Direktori remote). |
|
Daftar Direktori pada komputer kita (lokal) |
|
Daftar File pada Komputer kita (lokal) |
|
Daftar File pada Server FTp (file remote). |
c.
|
Proses transfer dapat di lihat dengan munculnya windows transfer status, yang di nyatakan dalam persen. Dan transfer selesai bila ada keterangan tranfer complete pada bagian bawah windows nya.
|
untuk memulai melakukan transfer data, pilih data yang akan di download/ upload, dengan cara mengklik nama file/ direktori yang akan kita download/upload, setelah itu klik tombol bergambar panah ( panah ke kiri untuk download, panah ke kanan untuk upload).
d. untuk keluar dari WS-FTP,
Clik tombol Close pada bagian kiri bawah WS-FTP. Maka anda akan terputus koneksi dari servernya.


